raga hidup dengan rasa yang mati
tawar
hambar
hampa
kosong
melompong
apalagi??
huhhhh!!!
habis!
hancur!
lebur!
babak belur!
berantakan!
kacau!
ahh!!
andai rasa tidak kebal
andai jiwa tidak bebal
andai sikap tidak binal
andai hilanglah sesal
andai Tuhan kukenal
paling tidak ada ajal
keributan
kepanikan
keramaian
kematian
kutarik kau agar jauh dari bahaya
aku tak sanggup,
tapi kau tetap luput
kematian tak melewatkan kesempatan keduanya untuk merengut
kuperintahkan agar kau lari!
kau biarkan aku berlari sendiri,
sementara kau menutup rapat kupingmu
dan kau tetap luput
sempat aku melihatmu
berjalan dalam dongak angkuh
meninggalkanku
kau memang tak pernah membutuhkanku
aku tidur di kamarku
aku tertidur di depan rumahku
aku berlari dari sana
aku berlari lurus
aku bertemu 5 wanita
aku melihat setengah tubuh bagian bawah wanita-wanita itu tertanam ke tanah
aku berlari lurus
aku menikung
aku bertemu 5 pria
aku melihat pria-pria itu duduk bersila membentuk lingkaran
aku melihat seseorang di tengah lingkaran itu
aku hanya melihat perutnya yang buncit seolah terlalu penuh
aku juga melihat kakinya yang terlalu pendek dan terlalu kecil
aku berlari lurus
aku penasaran
aku berbalik sesaat berharap dapat melihat wajah si buncit
aku mendapati ia hilang
aku hanya menemukan sesajen
aku berlari lagi menuju rumahku
aku dihadapkan dengan jalan yang semakin panjang
aku muak
aku tidak mau melihat lebih banyak lagi
aku mengangkat diriku ke alam sadar
aku lemas
aku tak dapat bergerak
aku tak sanggup bersuara
aku hanya bernafas
aku bangun!
aku diam
aku takut
aku bangkit
aku berjalan keluar
aku bercerita kepada seseorang
Sendiri itu
mengerikan
menakutkan
menyakitkan
menyedihkan
membekukan
saat ramai rindu sendiri,
saat sendiri rindu teman, bahkan musuh
kesendirian memperjelas bayangan
bayangan seorang tercinta
seorang yang sakit dan sedih
seorang yang dibenci
seorang yang sabar dan setia
seorang korban
seorang dalam mimpi dan lamun
seorang terkenang
seorang untuk dipeluk dan dicumbu
hhhh….