Archive for June, 2007

27
Jun

Tentang Kita

Kemarin saya membaca sebuah post di www.miund.com berjudul SERIUS. Kurang lebih tentang bagaimana kita memandang rendah perempuan pribumi yang berpasangan dengan pria asing karena kita terbiasa memandang rendah bangsa kita sendiri. Hal tersebut mengingatkan saya kepada… kita. Kita yang lahir, dibesarkan, sekolah, hidup, dll, di Indonesia. Mengapa susah bagi kita untuk membanggakan Indonesia? “Gak ada yang bisa dibanggain dari Indonesia”? Sebenarnya ada banyak hal yang dapat dibanggakan dari Indonesia, tapi kita tidak sadar karena kita lebih senang melihat sisi jeleknya. Memang, negara kita masih banyak jeleknya. Justru itu, sebagai warga negara, kewajiban kita adalah untuk memperbaiki kejelekan-kejelekan itu. Bukan malah menjelek-jelekkan.

Banyak di antara kita yang bangga jika mengkonsumsi produk luar negeri, liburan ke luar negeri, pernah sekolah atau tinggal di luar negeri. Tidak ada yang salah dengan semua itu, tapi salah jika produk-produk luar itu ditinggi-tinggikan di atas produk negeri sendiri dan produk negeri sendiri malah direndahkan. Memang, terkadang produk luar berkualitas lebih baik, tapi tidak berarti kita boleh mengumbar-ngumbar keburukan sendiri. Sekali lagi, kita harus memperbaikinya!

Kita adalah WNI. Warga Negara Indonesia. Kemana kita pergi, kita membawa nama Indonesia. Bagaimana kita dapat membela Indonesia jika kita sendiri masih merendahkan Indonesia? Apa pembelaan kita jika orang asing menjelek-jelekkan negeri kita? Apakah kita akan berjalan sambil menunduk saja di negeri orang karena merasa negeri kita jelek?

Tidak perlu menggembar-gemborkan bahwa kita bangga pada produk Indonesia, seperti orang promosi. Juga tidak perlu memboikot produk luar. Itu mah chauvinisme! Hanya jangan menjelek-jelekkan atau menghina-hina produk sendiri. Coba untuk tidak terus-menerus menyorot kejelekan. Masih banyak hal-hal baik yang dapat dibanggakan. Cobalah alihkan pandangan ke sana!

Yang saya maksud dengan produk bukan sebatas barang-barang seperti pakaian atau makanan, tetapi juga rakyat, pemerintah (susah neh!), artis-artis, tempat-tempat, semuanya deh!

Cintailah Indonesia!

17
Jun

Hari Eksekusi

Seperti itulah hari pengambilan laporan hasil belajar-mengajar alias rapor. Jumat, 15 Juni 2007. Pada hari itu, saya mulai tidur sekitar jam 4 pagi dan menyetel alarm untuk jam 7 pagi karena pengambilan rapor dilaksanakan pada jam 8 pagi. Saya terbangun pada pukul 8: 20, berangkat ke sekolah pada jam 9: 30, dan sampai di sekolah jam 10: 12.

Seorang teman saya tidak berhasil naik ke kelas IPA. Sebuah berita yang telah saya dengar di rumah ketika saya menelepon teman itu dan diulang oleh teman yang saya temui di sekolah. Total nilai akhir mata pelajaran IPA yang dibutuhkan untuk naik ke kelas IPA adalah 270 dan teman saya mempunyai 271, tetapi teman saya tidak diizinkan melanjutkan studi ke kelas IPA (mungkin) karena nilai Matematika yang diperolehnya tidak memenuhi SKBM (Standar Kelulusan Belajar Mengajar) yang ditentukan sekolah. SKBM adalah 60 dan nilai yang diperoleh teman saya adalah 59.

Teman saya sendiri tidak mempermasalahkan kelas IPS. Hanya saja orang tuanya tidak demikian. Kebanyakan orang tua memang terlalu mendewakan IPA. Mungkin karena mereka memang “tua”, sehingga daya imajinasi mereka telah tumpul. Pasti tak terbayang oleh mereka, jika semua manusia di dunia ini hanya mempelajari ilmu alam. Hanya ada dokter, arsitek, ilmuwan (kenapa disebut ilmuwan? Ahli segala ilmu ya?), dsb. Tidak ada perusahaan, bank, pedagang, hakim, dll. Memang, dari kelas IPA dapat melanjutkan kuliah ilmu sosial, tapi dasarnya kurang dan ilmu-ilmu yang telah dipelajari di kelas IPA kurang terpakai.

Satu lagi ilmu yang sangat diremehkan, sehingga sekolah saya tidak menyediakan program untuk ilmu itu : Bahasa. Terbayang bagaimana anak yang mengambil jurusan Bahasa akan dianggap bodoh dan tidak punya harapan. Tak terbayang dunia tanpa sastra atau paling tidak kemampuan untuk berbahasa dengan baik dan benar. Sesuatu yang dibutuhkan untuk menyampaikan sesuatu kepada individu lain.

IPA adalah Ilmu Pengetahuan Alam (anak esde jugak tau!). Ilmu eksak. Ilmu pasti dimana segalanya telah pasti. Baku. Ilmu yang terkenal rumit dan sulit. Ciri khas pelajar bidang ini adalah: teliti dan sangat pandai berlogika (beberapa data yang tidak dapat dipertanggungjawabkan menyebutkan bahwa pelajar IPA berciri khas: berkaca mata butut, rambut tak terawat, pakaian selalu rapi, sebagian besar berkawat gigi, dan kurang pergaulan).

IPS adalah Ilmu Pengetahuan Sosial (ini jugak anak esde tau!). Ilmu yang dinamis. Dianggap lebih mudah. Padahal sama saja. Ilmu ini tidak melulu dihafal (meskipun sebagian besar orang berpendapat bagitu), tetapi dipahami (bu guru sering bilang). Setelah dipahami, diterapkan dalam kehidupan sehari-hari (ini gw yg bilang). Pelajar IPS juga pandai berlogika dan kreatif. Berpikir, membuktikan, menyimpulkan, menerapkan. Berpikir dan berpendapat.

Bahasa adalah ilmu berkomunikasi (kepikiran gak yah, ama anak esde?). Ilmu yang tidak egois sebab segala sesuatunya dibahasakan kepada yang lain. Dianggap sangat mudah, tapi tetap sama saja. Mereka yang meremehkan ilmu ini pun belum tentu dapat berbahasa dengan baik. Pelajar ilmu ini: komunikatif, adaptatif, ekspresif.

Intinya, gak perlu deh ngerendahin ato ninggi2in suatu ilmu. Semua sama! Semua dibutuhkan demi keseimbangan dunia. Tuhan udah ciptain manusia dengan segala lebih dan kurangnya masing-masing supaya dunia tetep jalan. Gak usah maksain yang gak bisa. Tar jadi sampah.

Mohon bantuan anda, benarkan (bukan membenarkan) yang salah dan tambahkan yang kurang. Terima kasih.

11
Jun

past

Memori

Ingatan

Kenangan

Kau memandangku dalam perih

Kusatukan diri denganmu dalam jarak

Kita tersenyum dalam damai dan bahagia

Aku ingin semua itu kembali

tapi aku tak ingin terseret masa lalu

Bahkan kenyataan kau telah pergi tak dapat mengikatku

Wajahku panas

Air mataku meleleh

Kau terbakar

04
Jun

get outta my life!

Aku memelukmu dalam khayal

dalam tangis dan gelut rindu

Aku merasakanmu dalam mimpi

dalam pejam mata dan ketidaksadaran

Aku menginginkanmu

dalam hati yang meraung dan berdarah