Archive for July 19th, 2007

19
Jul

interseksi

Tadi pagi gw belajar Sosiologi, materi Struktur Sosial (anak IPS baru, neh!). Langsung aja yah, seorang ahli Sosiologi bernama Peter M. Blau membagi bentuk struktur sosial menurut keanggotaannya menjadi dua, yaitu INTERSEKSI (intersected) dan KONSOLIDASI (consolidated).

Singkat aja, interseksi terjadi kalo anggota-anggota suatu kelompok sosial mempunyai ras, agama, dsb, yang berbeda-beda, tapi ada suatu status yang SAMA. Guru gw ambil contoh empat orang guru di sekolah gw dengan suku dan agama beda-beda, tapi disatukan oleh status mereka sebagai guru. Makanya, bentuk ini disebut interseksi alias menyilang. Kalo lo bikin tanda silang gede dan lo taro guru-guru itu di setiap ujung tanda silang itu, mereka bakal ketemu di satu titik yang merupakan pertemuan “perempatan” itu. Titik itu adalah status “guru” mereka.

Konsolidasi terjadi kalo orang-orang dengan suku, ras, atau agama yang sama ngumpul dan MENEGUHKAN status mereka yang udah sama. Misal, komunitas A, komisi B, perkumpulan C, dsb.

Setelah jelasin panjang lebar, guru gw nanyain bentuk yang cocok untuk Indonesia. Jawabannya adalah INTERSEKSI karena dalam bentuk ini kita nyari-nyari persamaan. Lo tau lah, negara kepulauan yang kita cintai ini punya BERAGAM suku bangsa, ras, agama… PERBEDAAN udah jadi bagian besar dari kita, tapi banyak orang sini yang masih hobi mengharamkan perbedaan. Maksud gw, kita sering jelek-jelekin orang yang beda warna kulit, nyela-nyela agama lain, rasis! Banyak ormas dan perkumpulan yang chauvinis, banyak geng yang (NGERASA) populer gencet-gencet anak-anak alim di sekolah, dan banyak lagi deh! Pikir sendiri! Makanya itu, interseksi bakal lebih menyatukan kita dibanding konsolidasi yang makin mengotak-ngotakkan dan memecah.

Wahai umat manusia, PERBEDAAN ITU HALAL! Secara Tuhan menciptakan makhluk hidup beda-beda. Bukan sekedar beda varietas, tapi kepribadian, bentuk, macem-macem, dibikin beda-beda. Kagumi dan hargailah hasil karyaNya!

19
Jul

kembali

Haruskah kau kembali

setelah menjadi kenangan dan lamunan?

Haruskah kau kembali

setelah menjadi sekedar mimpi dan khayal?

Haruskah kau memberi maaf

kepadaku yang telah menyia-nyiakanmu?