Belakangan ini masalah pemanasan global (yang
dirasa orang-orang lebih gaul bila disebut global warming -padahal cuman
beda bahasa) telah menjadi obrolan hangat di mana-mana. Entah karena pemanasan
global adalah masalah dunia yang sangat serius, entah sekedar tren belaka.
Namun, tak banyak orang yang tidak mengerti apa
sesungguhnya pemanasan global itu. Kebanyakan orang tahu bahwa pemakaian
kantong plastik harus dikurangi, penghematan energi harus dilakukan, pemakaian
barang-barang yang menghasilkan karbon dan CFC (Chloroe Fluor Carbon, bukan
California Fried Chicken) harus dikurangi, dan mereka tahu bahwa kiat-kiat
tersebut dilakukan untuk menghadapi pemanasan global, tapi kebanyakan orang
tidak tahu apa hubungan plastik, karbon, CFC, maupun pemborosan energi dengan
pemanasan global. Semua itu hanya dilakukan karena gembar-gembor media di sana-sini
tentang pemanasan global. Entah ini kesalahan masyarakat yang kurang mengikuti
perkembangan zaman, atau salah pihak-pihak yang seharusnya
mensosialisasikan perihal pemanasan global dengan baik.
Bagaimana pun juga, masalah di atas akan kita bahas
lain kali ketika saya telah cukup bekal untuk menulis sebuah pos tentang itu. Saya
sendiri baru mulai mempelajari pemanasan global. Itu pun demi mengerjakan
sebuah karya ilmiah. Jadi, lebih baik kita membahas sebuah ide yang terdengar
agak gila, tapi sebenarnya logis bila dipikirkan.
Pemikiran ini sudah tercetus oleh beberapa ilmuwan,
tetapi tidak terlalu bergaung. Pemikiran ini tidak jauh dari teori evolusi
Charles Darwin. Yang mampu beradaptasi yang mampu bertahan. Makhluk
hidup dari zaman ke zaman terus-menerus mengikuti segala proses dan perubahan
pada lingkungan hidup mereka dengan terus beradaptasi untuk bertahan hidup. Adaptasi
itu dapat berupa perubahan prilaku maupun adaptasi morfologis (perubahan bentuk
tubuh). Itulah mengapa bentuk dan prilaku makhluk hidup zaman sekarang berbeda
dengan makhluk hidup zaman dulu. Tentu saja pemikiran ini ada hubungannya
dengan pemanasan global.
Telah terlihat selama ini bagaimana pemanasan
global mengakibatkan perubahan ekstrim pada banyak hal di dunia. Yang paling
tampak adalah perubahan iklim dan cuaca secara ekstrim dan pasangnya air laut
yang menyebabkan beberapa daerah dekat pantai menjadi terendam banjir (paling
tidak fenomena ini sudah sangat nyata di Indonesia). Selain itu, berbagai media
memaparkan bahwa pemanasan global mencairkan es di kutub bumi dan itulah yang
membuat lautan menjadi lebih "berisi" (meluap dan mengancam
menenggelamkan daratan).
Demi menghadapi segala hal mengerikan itu, berbagai
media juga menyarankan berbagai hal untuk dilakukan masyarakat. Dalam hal ini, masyarakat
sering kali salah paham. Kesalahpahaman masyarakat terletak pada pemikiran
masyarakat bahwa pemanasan global dapat dihentikan. "STOP
GLOBAL WARMING" adalah slogan yang sering tergaung dan paling tepat
untuk membuktikan kesalahpahaman itu. Meskipun saya hanya seorang pelajar SMA
berjurusan IPS, saya telah memelajari masalah pemanasan global (demi pembuatan
karya ilmiah) dan dari berbagai referensi yang saya terima, saya mendapati bahwa
pemanasan global bukanlah sesuatu yang bisa dihentikan.
Hal-hal yang selama ini disarankan kepada kita
untuk kita lakukan menyangkut masalah pemanasan global adalah demi memperlambat
proses pemanasan global. Sebab jika segala penyebab pemanasan global dihentikan,
maka manusia akan mundur ke peradaban purba dalam waktu yang singkat dan
terlalu mendadak. Mustahil.
Selain itu, beberapa geolog juga menyatakan bahwa
pemanasan global adalah proses alam yang memang seharusnya terjadi (bagian dari
siklus alam). Namun, proses pemanasan global itu rupanya terjadi terlalu cepat
akibat "bantuan" manusia yang berlebihan. Jadi, sebenarnya tanpa kita
memanas-manasi bumi, bumi ini memang akan berubah menjadi panas dengan
sendirinya.
Lalu, mengapa kita harus melakukan banyak hal untuk
mengahadapi pemanasan global? Seperti yang telah dijelaskan di atas, pemanasan
global terjadi terlalu cepat akibat campur tangan berlebihan dari manusia yang
sebenarnya tidak diperlukan. Kiat-kiat yang kita lakukan itu adalah demi memperlambat
kembali proses pemanasan global.
Di sinilah teori evolusi akan berperan. Kita tahu
bahwa setiap makhluk hidup diberikan kemampuan untuk beradaptasi terhadap
perubahan-perubahan di sekitarnya. Pemanasan global adalah salah satu perubahan
yang harus dihadapi makhluk hidup dengan beradaptasi (ini berarti manusia juga
pasti dapat menyesuaikan diri dengan pemanasan global). Namun, pemanasan global
terjadi terlalu cepat, sehingga kemampuan makhluk hidup untuk beradaptasi
dituntut terlalu keras. Kenyataannya, kebanyakan makhluk hidup tidak cukup kuat
beradaptasi dan bertahan. Mereka punah.
Itulah mengapa kita berusaha memperlambat pemanasan
global. Kita berusaha memberikan kesempatan pada makhluk hidup (termasuk
manusia) untuk beradaptasi dengan lingkungannya daripada punah.
Perubahan lingkungan yang terjadi terlalu
cepat dan ekstrim akan menyebabkan kegagalan adaptasi dan kepunahan makhluk
hidup.