Archive for June, 2008

18
Jun

positif

Nenek saya datang dari Sumatera Utara. Ia sudah beberapa hari menginap di
rumah saya. Selain mendapatkan ilmu baru untuk membungkus dan mengikat bacang,
saya juga mendapatkan ilmu lain untuk melihat sesuatu dari sudut positif.

Sebenarnya, melihat sesuatu dari sudut pandang positif sudah merupakan hal
yang saya selalu upayakan, tapi rupanya hal tersebut belum dapat saya terapkan
pada acara-acara prime time di saluran-saluran televisi nasional yang bermutu
kacrut. Terutama pada acara kontes menyanyi yang berlangsung selama berjam-jam
dengan pembawa-pembawa acara yang ingin-lucu-tapi-malah-kampungan.

Namun, sebagaimana pun jeleknya mereka, mereka tetap mempunyai sebuah nilai
positif, yang baru dapat saya lihat ketika mendengar pendapat nenek saya, yaitu
bahwa mereka membuka peluang bagi orang-orang yang tidak terlalu berbakat.

04
Jun

pecah-pecah

Tentunya, para pembaca sudah tahu bahwa baru-baru ini terjadi Insiden
Monas dan belakangan ini semua menunding kepada FPI. Segala kebencian dan
dendam beberapa pihak yang pernah dirugikan oleh FPI telah terakumulasi
sedemikian rupa dan akhirnya meledak sekarang. Banyak pihak yang menuntut
pembubaran FPI. Ditambah lagi dengan kelakuan dan sikap Habi Briziq, sang ketua
FPI yang selalu kesulitan untuk menjaga tata bahasa dan nada bicaranya,
makinlah orang-orang membenci FPI. Saya sendiri sama sekali tidak menaruh
simpati terhadap FPI. Namun, tulisan saya kali ini tidak bertujuan untuk
memaki-maki FPI -meskipun terkadang saya merasa hal tersebut akan sangat
menyenangkan- sebab hal tersebut tidak memiliki nilai guna sama sekali. Lalu,
kemana arah tulisan ini? Entah. Ikuti saja.

Ketika mengikuti berita-berita di media massa
sehubungan dengan kasus FPI, tentu kita semua dapat melihat perpecahan di sana.
Perpecahan karena tidak menghargai perbedaan. Dari masalah Ahmadiyah sampai
prasangka buruk dan stereotip terhadap penganut aliran lain (agama, cara
pandang, dll), semua adalah kebencian terhadap perbedaan. Aneh, bukan? Tuhan
sendiri telah menciptakan segala makhluk-Nya unik dan berbeda-beda. Bukankah
hal tersebut berarti perbedaan mempunyai nilai yang baik? Mengapakah kita
justru berusaha meniadakan perbedaan dan mempertentangkan berbagai hal berbeda
yang sebenarnya tidak dapat dipertentangkan? Aneh, memang.

Demi menangani hal-hal aneh ini, pemerintah dan
berbagai pihak telah mengambil berbagi tindakan. Sebagai orang-orang yang
kurang berpengaruh dan berkuasa, kita hanya menjadi penonton, tapi tidak juga
harus jadi pasif. Kita dapat dengan aktif berdoa bagi bangsa kita. Berdoa agar
Tuhan memimpin kita semua melalui masalah ini dan keluar dari masalah ini. Berdoa
agar Tuhan membuka mata hati mereka yang tidak suka perbedaan, agar mereka
sadar bahwa perbedaan bukan untuk saling menghantam, melainkan untuk saling
melengkapi. Berdoa agar mereka yang tersesat ditarik kembali ke jalan yang
benar dan agar mereka melihat kebenaran. Berdoa mulai…